PSB 2008, satu pilihan sekolah saja!
24 Januari 2008 oleh kangadesaputra
Ada informasi baru neh mengenai kebijakan dari Dinas Pendidikan Kota Bogor. Mulai PSB (Penerimaan Siswa Baru) 2008, TIDAK AKAN ADA LAGI 2 PILIHAN SEKOLAH! Disdik mewajibkan siswa hanya berkesempatan memilih satu pilihan.
Terobosan Disdik Kota Bogor ini dalam rangka pemerataan mutu dan kualitas pendidikan. Kebijakan ini disambut positif dan tidak semena-mena diberlakukan. Orangtuapun dapat mengukur kemampuan anak jadi “tidak perlu ada gambling” dalam memilih sekolah.
Kemudian, dalam rangka pemerataan mutu dan kualitaspun, Disdik akan melakukan perolingan guru dan kepala sekolah empat tahun sekali. Misalnya guru atau kepsek dari sekolah unggulan akan dirolling ke sekolah yang bukan unggulan.
Saat ini, Disdik tengah memuat SK draf anggaran PSB untuk tiap angkatan. Mulai dari SD, SMP, hingga SMA, sehingga ada batasan maksimum biaya PSB yang dikenakan. Seperti halnya SMA yang terbagi dalam 3 (tiga) tingkatan; Sekolah berstandar internasional (SMAN 1,2,3), Sekolah berstandar mandiri (SMAN 5,6,7), dan Sekolah berstandar nasional/negeri (SMAN 8,9,10,11,12) serta sekolah berstandar akselerasi SMAN 5.
Untuk menyukeseskan kebijakan ini, Disdik membuat tim untuk meyusun model PSB. Kebijakan ini juga dapat menghilangkan kesan diskriminasi. Sebab sistim satu pilihan ini sudah berlaku bagi siswa asal luar Kota Bogor yang memilih sekolah di Kota Bogor.
Disdik yakin ini tidak akan membuat banyak siswa terlempar ke sekolah swasta seperti dikhawatirkan banyak pihak karena salah pilih sekolah atau karena tidak diterima di sekolah negeri, sebab jumlah target siswa tidak berubah. “Yang pasti, tidak akan ada spekulasi!” Disamping itu, praktek dua pilihan dikhawatirkan akan memberikan peluang untuk ‘dibisniskan’! (emang kalau satu pilihan gak ada peluang neh pak hehehehe
) Contohnya DSP (Dana Sumbangan Pendidikan) yang seharusnya 3 juta karena ada bisnis bisa melambung lebih dari itu. Gile! biaya pendidikan sekarang ternyata mahal banget ya… ck ck
Kelebihan dari PSB tahun ini adalah menggunakan sistem online. “Jadi tidak akan membuat orangtua sibuk kesana kemari”, ujar politisi PAN & Anggota Komisi D Fauzi Sutopo.
Sementara itu, Anggota Komisi D Ahmadi Sukarno yang juga merupakan Politisi dari PKS mengatakan, apapun sistemnya harus ada aturan yang jelas dan transparansi bebas dari pungutan. terkait hanya ada satu pilihan sekolah, ini masalah psikologis pengelolaan pendidikan. “Asalkan standar sekolah negeri mendekati standar kategori sekolah yang ada. sebab, kalau standar pendidikan antar sekolah tidak banyak perbedaan maka sekolah dimana saja oke-oke aja khan?”
Okey…. bagaimana tanggapan para pembaca? Silahkan tulisa komentarnya disini.
Terima kasih (Kangadesaputra dari berbagai sumber).


Milih hanya satu pilihan memang suatu gebrakan. Hal ini di Kota Tasikmalaya telah dilakukan sejak tahun 2005.
Hanya saja, kelemahannya, PSB satu pilihan seperti di Kota Tasikmalaya, malah siswa menjadi banyak pilihan. Siswa bisa memilih 9 SMA Negeri. Maksudnya, siswa memilih satu pilihan. Tetapi, ketika sudah dinyatakan tidak diterima pada sekola negeri tertentu, lantas siswa bisa mengalihkan pilihan ke sekolah lain, secara online.
Jika Kota Bogor meniru yang dilakukan Disdik Kota Tasikmalaya, itu tidak ada kemajuan.
Kami di Kota Tasikmalaya, malah ingin kembali ke konsep awal. Siswa memilih dua sekolah pilihan.
Resiko terburuk satu pilihan, akan berekseslangsung ke sekolah swasta.
Banyak sekolah swasta kehilangan murid yang berkualitas bahkan juga secara kuantitas.
Semoga Satu Pilihan PSB di Kota Bogor lebih inovatif di banding di Kota Tasikmalaya.
gurusejarah@gmail.com
Lantas kapan sih jadwal PSB sendiri, baik untuk SD, SMP, maupun SMA?
Kalau ternyata ratio pilihan orangtua di posisi ” menengah” bagaimana ? artinya akan banyak siswa yang akan tidak diterima di SMU karena jumlah siswa pendaftar lebih banyak daripada bangku yang tersedia ?
Akan diarahkan kemana ? ……. apakah ada penyelesaiannya selain ke sekolah swasta ?
Bukannya hal ini malah buka peluang praktek BURSA JUAL BELI BANGKU nantinya ?
Belum dijalankan saja SK nya sudah curi start mulai dari 8 juta sampai 30 juta !!!! kumaha !!!
Yang penting mental nya kang perbaiki dulu baru yang lain
Terimakasih
hwaduh ternyata pusing euy neangan sakola sd keur budak, kumaha rek maju atuh bangsa teh unggal tahun pasti wae aya kaputusan anyar, unggal ganti pejabat pasti ngaluarkeun sk anyar anu tumpang tindih, rasana basa keur baheula kuring sakola teu riweuh jiga ayeuna. Bener ceuk 3sehati benerken heula jiwa raga mental spiritual manusia indonesia, jigana karek bangsa ieu bakalan maju.
Kang Anto, kuring pesimis moal waka bisa maju bangsa urang mah kusabab pola pikir na katinggaleun (sarua jeung urang) contoh na:
1. RSBI jeung SBI saur pak Bambang emang sesuai standardna, naha emang meunang ti mana RSBI jeung SBI teh (Adopsi ceunah), lamun teu salah mah di negara asal na mah Gratis sakola teh sabab aya biaya na tina pajak salah sahiji na budak ge teu dipaksa sakola teh. Ente hayang pinter datang ka Guru, lamun embung teu langkung ente !!!
2. Diurang rek disaruakeun jeung nagara deungeun ! boro boro jang mayar pajak Ngejo oge hese keneh ! harti na pendapatan perkapita na rendah keneh (meureun ?) yang berarti pula RSBI jeung SBI teh kudu ti kolotna lain ti pamarentah …….. artinya …… muhun ARTOS !!!!
3. Keur mah hese artos teh naha bangsa urang resep na NGULIK jeung NGULIK kumaha carana yen program eta teh bisa jadi duit /diduitkeun (duka kanggo saha).
Conto na eta tea DSP, SPP dsb moal aya ayeuna anggaran tahun ajaran baru anu sesaan ! kabeh di beakeun artina eta sakola teh geus teu boga nanaon deui …… bener ga ?
ngga punya asset nanaon pokok na mah beak weh ……tuluy timbul weh kabutuhan anyar bari jeung ?????
jadi weh bareuh ! ……. hayoooo bener nya ? tuluy ka kolot budak ……..
4. Lamun geus kieu lebih baik tidak perlu ada test test an masuk sagala endah geus we di BANDROL RSBI sa anu rupiah SBI sa anu juta rupiah ….. kolot kari neangan duit na !! ulah make Gaya sagala test ujian masuk menggunakan system computer sagala endah team independen timana boa …………
5. Sok jalujur naha bener LJK (lembar jawaban komputer) teh teu ditukeuran sa encan na di scenne ? urang ge bisa kitu hayooooh hoyong buktos taroskeun ka pakar na.
Tah ieu teh karesep bangsa urang dengan cara seperti itu saja sudah jadi bursa (Sok pak Bambang beresan lah).
6. Anu dirugikan kolot budak anu kuduna katarima da puguh pinter, sakola asal na, jeung budak anu katarima kalayan NYOGOK ……. sok lah pikiran rugi na kunaon ?
Tah kitu kan Anto sing sabar nya kang semoga budak teh tiasa leubeut ka SD upami tiasa mah ulah meser bangku nya kang …… bilih kacandak dugi ka kolot na he he he he.
Nuhun sadayana
Ada harapan, semoga komentar saya dibaca oleh Petugas Pendidikan/ Instansi terkait serta Anggota DPRD komisi pendidikan. Ketika pendaftaran Siswa Baru (30 juni-3 Juli 2008), baik SMP maupun SMA di Kota Bogor, banyak keluhan dari orang tua, bahwa SBI banyak merugikan mereka. Siswa yang masuk SBI dengan rata-rata raport 7.5 dan lulus tes, walaupun NEM nya kecil, asal berani bayar masuk SBI dengan uang minimal 5-10 jutaan, bisa kipas-kipas. Di sisi lain orang tua yang anaknya tidak ikut SBI, walaupun nilai NEM nya, tinggi (misalnya 34.5/rata-rata 8.7), tetap saja kesulitan mendapat kursi di sekolah favorit karena jatah mereka sudah terisi oleh SBI. Disamping itu, SBI jadi sarana sekolah untuk menarik duit orang tua murid sebanyak-banyaknya. Tidak heran kalau sekolah negeri di kota Bogor berlomba-lomba membuka kelas SBI sebanyak-banyaknya. Seharusnya ada semacam akreditasi khusus untuk sekolah menyangkut pembukaan kelas SBI. jadi fihak sekolah tidak semena-mena mengambil kesempatan dalam kesempitan, di tengah situasi kondidi ekonomi bangsa yang sedang prihatin ini. harapan saya, semoga tidak ada mafia pendidikan di Kota Bogor. amiin
Ada harapan, semoga komentar saya dibaca oleh Petugas Pendidikan/ Instansi terkait serta Anggota DPRD komisi pendidikan. Ketika pendaftaran Siswa Baru (30 juni-3 Juli 2008), baik SMP maupun SMA di Kota Bogor, banyak keluhan dari orang tua, bahwa SBI banyak merugikan mereka. Siswa yang masuk SBI dengan rata-rata raport 7.5 dan lulus tes, walaupun NEM nya kecil, asal berani bayar masuk SBI dengan uang Rp 8-30 jutaan, bisa kipas-kipas. Di sisi lain orang tua yang anaknya tidak ikut SBI, walaupun nilai NEM nya, tinggi (misalnya 35/rata-rata 8.7), tetap saja kesulitan mendapat kursi di sekolah favorit karena jatah mereka sudah terisi oleh siswa yg lolos SBI. Disamping itu, SBI jadi sarana sekolah untuk menarik duit orang tua murid sebanyak-banyaknya. Tidak heran kalau sekolah negeri di kota Bogor berlomba-lomba membuka kelas SBI sebanyak-banyaknya. Seharusnya ada semacam aturan khusus untuk sekolah menyangkut pembukaan kelas SBI, atau jikalau sudah ada, tetap perlu pengawasan dalam pengelolaan dan pelaksanaannya. jadi fihak sekolah tidak semena-mena mengambil kesempatan dalam kesempitan, di tengah situasi kondidi ekonomi bangsa yang sedang prihatin ini. harapan saya, semoga tidak ada mafia pendidikan di Kota Bogor. amiin
Mudah mudahan begitu Kadisdik atu siapapun yang kompeten dalam hal pendidikan bisa menjadikan internet sebagai salah satu menu sarapan pagi.
Katanya PSB bisa online untuk mempermudah dan mempercepat informasi, katanya sarana juga mendukung ????? sampai hari “H” tetap BUNGKAM !
Tidak dipungut biaya apapun ………. diralat lagi 4 hari kemudian dengan alasan melibatkan team ahli (cuma buat ngukur tinggi badan pakai Team AHLI !!!!).
Benar menurut Teh Rita/atau kang Rita ? faktanya memang seperti itu, keberadaan/bentukan atau apalah namanya kelas SBI RSBI hanya untuk Ajang Gengsi ! sementara kesempatan bagi anak anak yang benar mampu secara akademis dibatasi hanya karena ekonomi pas pas an.
Kalau memang transfaran mari kita lihat secara MANUAL hasil Lembar Jawaban Komputer (LJK) kita buktikan apakah hasil test anak anak yang diterima di SBI sesuai dengan kemampuan akademis nya ? ……… Jangan sembunyi dibalik team independen atau alasan otoritas dsb hanya untuk meraup keutungan financial tapi bikin BODOH anak seumur hidup.
Dalam hal ini orangtua harus sadar dengan ” TITIPAN ” (memaksakan diri) yang puluhan juta tersebut adalah menjurumuskan anak sendiri ! dimana tanggung Moral kita sebagai orangtua ? anda egois dengan melakukan “TITIPAN”. SBI RSBI mau dibawa kemana arah pendidikan generasi yang akan datang kalau ternyata yang diterima di SBI RSBI bukan karena kemampuan akademis anak tapi karena UANG ? ……. tidak percaya ? makanya lihat dan buktikan !
PSB sudah……… uang dan uang lagi …… DSP !!!! Buku baru dan Seragam baru ! Rapat Orangtua komite dan sekolah SEOLAH OLAH bikin anggaran dan disetujui bersama ! Klasik ! Rencana Anggaran selalu dari Saldo “0″ (Nihil) tidal ada sisa tahun lalu baik berupa dana cash maupun investasi fisik ????? kok bisa ? ya bisa artinya sekolah tersebut belum berdiri baru JUDUL !!!! SD X, SMP Y, SMA Z saja. Belum lagi anggaran yang di Mark Up atau disembunyikan item kebutuhannya dll sehingga muncul satu nilai X juta yang harus ditanggung orangtua !
Untuk ngurus standard ini saja Komisi D harus kerja diatas 4 tahun ……. (saya ngga yakin apakah Standard administrasi Sekolah yang Computerize dan Online sudah selesai apa belum seingat saya hal ini pernah mencuat saat BOS baru turun).
Buku baru ……. lagi lagi uang padahal buku tahun lalu dengan yang akan datang hanya beda cover dan beberapa lembah halaman ditukar isi naskah sama !!! kenapa ya ? kok hobbynya seperti ini ? apakah perkembangan ilmu pengetahuan secepat pergatian tahun ? apakah yang namanya sejarah, agama, PPKn, terus berubah setia hari sehingga harus ada buku baru ?
Bu Rita/Kang Ritasyafei mudah2an moral para pemimpin kita di dunia pendidikan bisa berubah walaupun pelan tapi ada aksi bagaimanapun mereka juga orangtua murid dari anak anaknya sendiri dan belum tentu masuk dalam golongan anak Jenius, pasti kesulitan nya juga sama.
Tetap Semangat ya …………