Pernahkah kalian berbeda pendapat dengan orangtua seputar pilihan jurusan? Misalnya orangtua pengen kamu masuk SMP A sedangkan kamu pengen ke SMP B, kemudian saat naik ke kelas 2 SMA adakah diantara kalian yang berbeda keinginan dengan kakak atau orangtua? yang akhirnya bingung, masuk jurusan IPA atau IPS ? Nah ini mungkin yang paling banyak, yang berselisih pendapat dan keinginan saat memilih Jurusan di Perguruan Tinggi, setelah lulus SMA !
Nah, akang punya pendapat sendiri dalam menyikapi masalah2 diatas.
Pertama, masalah perbedaan pendapat adalah hal yang wajar saja, pandanglah perbedaan sebagai suatu hal yang baik dan positif, orangtua tentu menginginkan yang terbaik untuk putra/i nya namun demikian orangtua pun tidak boleh egois memaksakan kehendak karena boleh jadi anak juga punya keinginan yang menurutnya itulah yang terbaik untuk dirinya, cobalah diskusikan secara santai, ngobrol2 ringan sambil lari pagi di hari minggu misalnya.
Kemudian bila memang masalahnya tidak dapat terselesaikan, kenapa tidak melibatkan orang ketiga? Gak usah jauh2 kok! Sekolah, sudah menyediakan ahlinya, orang yang diberi tugas untuk menjadi pendamping, menjadi penengah, menjadi fasilitator, partner, jalur komunikasi bagi siswa maupun orangtua. Guru BK/BP punya kok data2 per siswa, so alangkah bijaksananya bila dicari keputusan final berdasarkan data-data yang objektif yang salah satunya dipegang guru BK/BP!
O, ya untuk adik2 kelas IX SMP yang akan memilih SMA bener2 neh kalo akang menyarankan berkonsultasilah dengan BK/BP disekolah agar lebih mantap dan sip, oke?
Kedua, untuk masalah penentuan jurusan di kelas 2 SMA, ini juga jangan dianggap hal spele, mengapa? karena dari sini akan menentukan langkah2 selanjutnya setelah lulus SMA, saat harus memilih jurusan di Perguruan Tinggi. Jangan sampai deh yang punya potensi masuk IPA memaksakan masuk IPS karena ikut2an teman misalnya begitu juga sebaliknya. Untuk menentukan pilihan jurusan di kelas 2 jangan didasarkan pada nilai raport (ulangan kan suka nyontek hayoooo ngaku!
bukan juga karena suka atau tidak suka, ikut2an teman atau karena ikut keinginan orangtua semata.
Untuk menentukan pilihan jurusan di kelas XI SMA (2 SMA) lagi2 akang menyarankan jauh2 hari berkonsultasilah dengan guru BK/BP! Akang juga menyarankan ikutilah Psikotest! Nah dari nilai2 psikotest itu akan kelihatan apakah kamu berbakat di IPA atau sebaliknya. Kalau saja nilai kemampuan kuantitatif kamu dianggap kurang sedangkan nilai Verbal dan Penalaranya nya menonjol sebaiknya jangan masuk IPA! Karena pada dasarnya (menurut hasil test tadi) kamu lemah dalam hal yang berhubungan dengan angka-angka!
Ketiga, Dalam memilih jurusan di Perguruan Tinggi sebaiknya janga terpaku pada Nama Besar PT tersebut. Coba kamu cek letak kampusnya, situasinya, dosen2nya, fasilitas2nya, dll. Kemudian kamu cek juga Prospek Kerja nya setelah kamu lulus. Pikirkan juga apakah kamu bener2 minat dan berbakat di jurusan itu.
Kalau sudah yakin trus ngapain? Ya bikin Planing, buat strategi gimana caranya supaya kamu bisa diterima disana! (dengan cara yang baik dan tidak melawan hukum tentunya!) he3x… karena pertarungan di SPMB sebenarnya lebih pada perang mental juga! Bikin diri kamu percaya diri, siapkan amunisinya dari sekarang sebelum terjun ke medan pertempuran SPMB! Ukur juga kemampuan diri melalui Try-Out misalnya, karena kalau kamu salah berperang dijamin bakalan gagal! Kalau kemampuan kamu adalah kemampuan pasukan “bambu runcing” maka jangan kamu bertempur di medan tempur pasukan “Tank Baja!” Percayalah SPMB bukan masalah untung-untungan tapi benar2 adu strategi dan kemampuan. Untuk dapat percaya diri, maka PERSIAPAN harus sejak sekarang! Mulailah pelajari soal-soal tahun sebelumnya sampai bener2 dimengerti. Strategi belajarnya dari SOAL ke TEORI bukan sebaliknya!
Aduh…. capek nih ngetiknya udah dulu ya ntar diterusin lagi kalau masih ada pulsa untuk online
.
SUKSES SPMB adalah, diterima di PTN Favorit, di Jurusan yang Prospektif, Sesuai Minat-Bakat-dan Kemampuan!, Mampu menyelesaikan studi tepat pada waktunya dengan hasil terbaik, dan setelah lulus dapat berkontribusi dengan baik di masyarakat!
Yang jelas ada 2 gerbang yang harus dilewati oleh kalian yg sekarang duduk di Keas 3. Gerbang ke-1 adalah LULUS UN! kalau gak lulus UN fatal akibatnya karena kamu gak bakalan bisa meanjutkan sekolah.
So, terus pertahankan semangat belajarnya ya dan jangan biarkan diri kamu dibebani MASALAH. Kalau adapun permasalahan, segeralah cari orang yang tepat untuk diajak menyelesaikannya, salah satunya GURU BK/BP!
Bravo & Thanks Guru BK/BP!
Trims. kangadesaputra@yahoo.com


pertama x. mahal. grrr..
ada sebuah sma disitu ada guru bpbk, hanya mengajar 4 jam dlm 1 minggu, tapi ditulis 24 jam, hingga dapatlah tunjangan profesi (sertifikasi) 2 juta perbulan.
kasian deh guru mapel yg ngajar byk jam tp ………….
kesenjangan sosial moral martabat dan …..
Masya Allah…