
Saat ku bersedih hati,
Saat kumerasa sendiri,
Saat hidupku dalam kesusahan…
Kawan… kemana engkau semua pergi
Mengapa engkau tak disini,
kepada siapa kuberbagi,
penderitaan dan gundah hati
kosong, sepi…
Saat-saat seperti ini
Kutunggu-tunggu kehadiranmu
Kunantikan uluran tangan dan kebaikanmu
Waktumu begitu berharga bagiku
Saat kuberbahagia,
Saat ku dalam canda tawa,
Mengapa begitu gelap sang malam,
Membuat mataku tak jelas menerawang,
Membuat langkahku tak sampai padamu,
Membuat tanganku tak kuasa memberi,
Membuat semuanya, sirna dalam air matamu
Aduhai kawan… maafkan aku bila,
aku hanyalah bayang-bayang semu,
yang datang saat gelap,
dan pergi saat pagi menjelang.
Hikmah :
Untuk dapat menerima, mulailah dengan memberi
Untuk dapat dicintai, mulailah dengan mencintai
Jangan egois tau
udah ah STOP STOP (tidur!)


mencerahkan
Wahh kerenn, hmm tapi jangan lupa, ssttt jangan ampe ketahuan ama tangan kiri.
Akang…. hiks… begitu mendalam (kayak sumur aja ne),,, tapi kok ada yang aneh ne….
“……. aku hanyalah bayang-bayang semu,
yang datang saat gelap, dan pergi saat pagi menjelang.” Maksudnya apa ne??? Bukan hantu kan?????
(hehehehe….. Pizzzzz… Kedamaian itu indah).
iya… hantu sumur he3x… :}