AMELIA UNTUK SEMUA!
20 Februari 2008 oleh kangadesaputra
Liat judulnya kok nyeremin ya… hmmm jangan PIKTOR dulu, maksud akang bukan itu (lho emangnya apaan, akang aja kali yang ngeres ;D) ! opsss….
Gini friends, akang dapat pertanyaan dari Amel yang masih bingung nentuin pilihan Jurusan dll saat lulus nanti. Nah sebenarnya pertanyaan ini sudah dijawab, tapi setelah akang pikir2 kayaknya masalah kayak gini bukan hanya dialami oleh amel saja, tapi mungkin juga oleh para siswa yang lainnya, so tanpa bermaksud apa2 akang tampilkan pertanyaan dan jawaban akang atas permasalahan Amel di postingan ini, siapa tahu ada yang punya saran lebih baik untuk Amel atau ada manfaatnya untuk para siswa yang lainnya yang memiliki problem yang sama, ok…
Amelia :
Siang Kang,
Wah, Amel juga punya masalah sama nih. Mirip dengan cerita, secara psikolog amel memang menonjol dibagian (terutama) verbal, seni, dan manajemen (yg terakhir kayaknya salah neh… ;p) Ntah kenapa amel susah tertarik bidang MIPA (kecuali kalau Biologi). sedangkan amel juga susah ngitung, karna tipenya emang ceroboh/gak teliti. Nah, karna udah tauk begitu, amel pula berniat mau ambil jurusan HI, Komunikasi, atau Sastra. Masalahnya guru nyaranin jangan sastra, sebab beliau sendiri lulusan sastra agak susah dapet peluang kerja, apalagi pilihan saya sastra prancis. beberapa orang menyarankan ambil sastra prancisnya d3 aj, yg utama (s1) tuh yg lain aja, kayak HI atau Komunikasi. Tapi setelah menyelidiki ttg HI, amel jd males liat kata POLITIK. uwaaaa…amel jago sih ngomong, tapi kaga jago ngomong begonoan, jadi tar kalo disuruh diplomasi susye deh…
pilihan terakhir ada komunikasi. tapi sepengetahuan amel, komunikasi tuh banyak yg minat dan pastinya banyak pesaing dalam kerja pula (yah….emang susah cari jalan kerja yg mulus). Jadi bagaimana nih?
Jawaban Akang
Begining from the end !, mulailah dari tujuan akhir. Jadi Bagaimanapun juga Amel harus berani menentukan tujuan akhir agar Amel memiliki arah dan langkah2 yang jelas untuk mencapai tujuan2 tersebut. Sebetulnya, semua jurusan itu prospek, semua universitas/PT juga prospek, hanya levelnya aja yg pasti berbeda2; salah satu kriteria pembedanya antara lain; jumlah dosen dan tingkat pendidikannya, fasilitasnya, serapan & kualitas lulusannya, dll. dan yang paling penting ” Apa dan bagaimana selama kita kuliah di jurusan & PT tersebut!” apakah cuma mengikuti kegiatan formalitas perkuliahaan gitu2 aja atau bisa menjadi mahasiswa yang lebih “kreatif” dan “berbeda”? Ini juga akan mempengaruhi prospek masa depan Amel saat lulus kuliah!
Lalu bagaimana sekiranya masih pusing menentukan pilihan?
Mungkin saran Akang lakukan langkah2 berikut ini dulu :
1. Deskripsikan ulang siapa diri kita; minat, bakat, dan potensi,
Cara terbaik lakukan Tes Bakat Skolastik.
2. Tentukan max 5 pilihan jurusan dan perguruan tinggi yang paling diminati,
3. Jawab pertanyaan ini; “mengapa memilih jurusan dan Perguruan Tinggi tersebut ?”
4. Cari info yang benar sebanyak2nya mengenai jurusan yang sudah ditetapkan; lokasi kampus; sanggup gak kuliah jauh2 dari orangtua?, suasana perkuliahan; jangan2 lingkungannya tidak sesuai dengan yg diharapkan, biaya, prospek lulusan/kerja, dll. jangan sampai salah pilih,
5. Dari ke 5 pilihan tadi, urutkan dan pilihlah 3 jurusan yang benar2 paling sesuai, kalau bisa komposisinya merupakan pilihan jurusan dari kelompok Campuran (IPC) : 2 pilihan IPA dan 1 pilihan IPS atau 2 pilihan IPS dan 1 pilihan IPA; sehingga pada SPMB amel ikut kelompok IPC so pilihan jurusan lebih banyak (bisa 3 pilihan),
6. Persiapkan strategi menghadapi ujian; Schedule dan pola belajar periode sekarang s.d. menjelang SPMB, persiapan teknis, dll.
Trus, jangan lupa, Amel harus lulus UN! dan untuk dapat lulus UN tentu Amel harus mempersiapkan diri dari sekarang. Kenapa lulus UN? karena kalau gak lulus maka Amel gak bisa kuliah di swasta sekalipun.
Mengenai pilihan Jurusan Sastra, akang mendukung Sastra Prancis Jika :
Amel berencana akan bekerja atau melanjutkan Studi di Perancis dan atau Amel sudah punya koneksi disana sebagai tujuan setelah lulus (misalnya setelah lulus akan ikut saudara bekerja di Perancis)
Jujur, kalau niat milih sastra, akang sendiri lebih menyarankan Jurusan Sastra Inggris, ini berkaitan dengan prospek kerja yang sangat luas dan tidak terbatas; pasar bebas nanti banyak perusahaan/institusi asing masuk Indonesia dan mereka butuh orang Indonesia dengan English yang baik, bisa juga jadi Dosen, dll.
Memang persaingan berat, tapi itu relatif kok. Kalau peserta yang milih Sastra Inggris UNPAD ada 1000 orang maka Amel jangan menganggap bahwa pesaing amel ada 999 (1:999) Ugh… kalau saingannya segitu uangnya mendingan pake beli bakso aja deh!
Mengapa? karena :
1. Setiap jurusan punya daya tampung tertentu; gak mungkin ada jurusan yang hanya menerima 1 mahasiswa, iya gak? he3x… so kalau daya tampungnya 100 aja berarti udah 100:1000 dong ? = 1 : 100 opsssss maksud akang 1:10 (ketahuan neh kalau akang jugak gak suka itung2an :D) nah saingannya udah berkurang khan…
2. Ada pesaing siluman disini! yaitu orang yang jadi saingan Amel tapi belum tentu “memiliki kemampuan rata2 yang lebih dari Amel!” dan khusus yang satu ini jelas mereka dalah orang-orang yang bukan saingan amel; ada dua kriteria bukan saingan amel yaitu : a. yang memiliki kemampuan diatas amel (ini gak usah difikirin, mereka 90% dijamin lulus kok cuma % peserta kriteria ini gak banyak kok!; bahkan biasanya mereka udah nentuin pilihan1 nya di jurusan yang TOP MARKOTOP alias dianggap bergengsi, iya dong ga mungkin lagi Juara2 kelas di SMAN 8 Jakarta atau di SMAN 3 Bandung milih Jurusan Sastra sebagai pilihan pertamanya
) dan b. yang bunuh diri (kemampuannya dibawah Amel). Akang yakin yang milih jurusan sama dengan Amel diantaranya ada yang cuman jadi “MH (mayat hidup hihihi)” n ga bener2 “bermain”; misalnya yg milih jurusannya karena ikut2an temen, karena gengsi, karena disuruh orang lain padahal gak minat, yang gak ada persiapan khusus sama sekali, dll. khususnya mereka yang tidak (mau) tahu tingkat kemampuan diri v.s tingkat persaingan untuk masuk di jur. tsb. Ukur tingkat kemampuan diri melalui Try-Out2 SPMB atau mengerjakan soal2 SPMB tahun2 sebelumnya.
3. Persaingan REALISTIS !Kalau dari 10 pesaing tadi (1:10) para a+b=50%-nya, berarti berapa orang tersisa yang benar2 akan bersaing dengan Amel? Jelas PETA persaingan jadi lebih realistis khan??? ![]()
So, optimis ya, Berikhtiar maksimal dan akhiri dengan sabar-tawakal.
Manuasia hanya berencana dan Tuhanlah yang maha Menentukan.
Kita wajib berusaha dan mudah2an usaha kita berhasil.
Akang do’akan semoga Amel dan teman2 amel dapat sukses pada UN serta Seleksi Masuk PTN tahun ini.
Diterima di Jurusan dan PTN idaman - Sesuai Minat,bakat & kemampuan - Lulus Tepat Waktu dengan prestasi maksimal - dan setelah lulus dapat berkontribusi di masyarakat.
Salam sukses,
k@ngadesaputra


http://yuniawan.blogspot.com/2008/02/world-top-universities-pergulatan-para.html