Ada aja alasan ‘ngeles’ buat para perokok, contohnya beberapa teman di tempat saya bekerja.
Ketika saya tegur “Mas-mas, itu kan ada tanda, dilarang merokok disini mas!” trus apa jawabannya “Lho yang di gambar itu khan rokoknya berwarna item, rokok saya kan putih trus ada busanya, jadi kenapa ga boleh? Haaaaaaaaaaaaaah! Gile bener!
Tapi emang bener juga seh itu pembenaran termasuk yang sering saya lakukan saat ada temen ngasih nasihat bahkan ngasih rumus itung-itungan kerugian Rp kalau kita membiasakan merokok. Kalau saja sehari kira menghabiskan Rp. 9000 untuk sebungkus Sampoerna merah maka dapat dihitung berapa uang yang terbakar selama seminggu, sebulan, setahun… ??? besar juga ya! Dan temen2 mungkin penasaran dengan “pembenaran” dari saya untuk hal yang satu ini “
“LHO MAS WALAUPUN SAYA SELALU MEROKOK, KATA SIAPA MEROKOK=MEMBAKAR Rp PERCUMA? BAGI SAYA MEROKOK TIDAK MERUGIKAN KOK, SUMPAH!” “SAYA KAN UDAH BERHENTI MEROKOK!” (baca: berhenti membeli rokok) … LOH???!!!!
Message buat para perokok :
Pilihlah waktu dan tempat yang paling etis dan tepat untuk merokok. Perokok pasif memiliki potensi kerugian yang lebih besar dibandingkan perokok itu sendiri (yang udah sewajarnya menanggung akibatnya, fair khan huehehhe
k@angadesaputra.


eh pertamaxxx
eh di kampusku ada tuh larangan ngerokok juga, mas.
tapi di sana juga ada tanda hotspot..maksudnya si pemasang sih untuk ngasih info bahwa di area kampus ada wifi-nya. Tapi sama anak2 perokok dibilang..’hotspot’ berarti area itu harus dipanasi pake rokok..
lah, no hope deh…
salam kenal…
akang :
Wah… ide dan kupasan materi yang TOP MARKOTOP, aktual tajam dan terpercaya (kok kaya acaranya SCTV yah he3x)
Senang bisa berkenalan…
Coba aja ada peringatan “SILAHKAN MEROKOK….!!!” lihat gimana perubahannya. Selama ini kan peraturan yang ada cuma “Dilarang” makanya ada pelanggaran.
Banyak alasan kenapa orang merokok… Ama jadi teringat seorang guru SMA yang ngajar Fisika. Beliau adalah salah seorang guru yang jenius menurut Ama. Beliau menghafal hampir seluruh isi ayat Al-Qur’an dan beliau selalu mengaitkan materi pengajarannya dengan ayat-2 Al-Qur’an. Masya Allah sengguh banyak pengetahuan beliau akan hal tersebut. Tapi sayangnya beliau tidak bisa berfikir klo tidak merokok. Beliau mengajar sambil merokok dan melakukannya tenpa berhenti. Hehehe… kasihan juga teman Ama yang duduk di depan, selalu mengeluh dengan asap rokoknya. Yah, mo bagaimana lagi??? Rokok dah menjadi candu bagi beliau…
“Ama bukannya mau membela perokok sich, yah… Banyak orang banyak juga tingkah dan pemikirannya. Ga semua orang bisa berbuat seperti yang kita inginkan. Intinya : “Kembali ke diri kita masing-2 dech…!!!”
Jawaban akang:
lhoooo…. ???@#!@#!@?
Yups, kembalianya diberikan saja sama akang
insya Allah saya coba
makasih nasehatnya
mBoh … peduli amat. Saya sedang berusaha mengurangi merokok, syukur kalau bisa berhenti. Suka baca-baca tentang berhenti merokok he he
Jawaban akang :
“semoga berhasil dan kalau udah berhasil bagi2 kiat2 nya ke kita-kita ya pak….”
trims
k@ngadesaputra
Soal rokok memang paling rumit, apalagi di negara “kurang maju” spt di negara kita.
Memang merokok adalah pilihan pribadi, tapi merokok di tempat umum, bahkan di depan kelas (!!!???) bener-bener menunjukkan ketidak pedulian.
Selama ini dipahami bahwa merokok bisa mengakibatkan bermacam-macam penyakit bahkan kematian, tapi yg kurang sosialisasi adalah dampak buat perokok pasif (orang yg terpaksa menghirup asap rokok dari orang lain disekitarnya yg merokok).
Di negara-negara “lebih maju” – sependek pengetahuan saya – orang merokok hanya di tempat-tempat tertentu yg terbatas.
Mengomentari komen no.2 di atas, sungguh tragis sekali. Pertama, dia merokok di depan kelas, kedua dia seorang guru dan kemudian dia tahu banyak soal Alqur’an.
Menurut saya kalo pemahaman Alqur’annya baik, seharusnya dia “berjihad” untuk menghentikan kebiasaan merokoknya, atau minimal menghentikan kebiasaan merokok di depan kelas. Sesuatu yang sangat sulit memang, tapi menurut saya itulah hakikat jihad sebenarnya.
Ah, entah kenapa susah sekali buat kita untuk memahami bahwa mendahulukan kepentingan orang banyak itu perbuatan yg sangat mulia?
Salam.
Jawaban akang :
Benar sekali, saya sangat setuju. Itulah PENDIDIKAN sebenarnya. Kalau guru saja sudah begini rasa-rasanya tidak ada lagi yang dapat diharapkan dari bangsa ini. (LIHAT TULISAN SAYA “KAMBING HITAM“). Kemana perginya TUT WURI HANDAYANI ING NGASRSO SUNG TULODO ?
Tapi mudah2an saja ini bukan efek dari dikuranginya porsi Pelajaran PPKn di sekolah2… dan mudah2an Bapak Guru ini hanya lupa saja dengan nilai-nilai yang pasti sudah pernah dipelajarinya waktu sekolah yaitu :
menempatkan Kepentingan Umum diatas Kepentingan Pribadi,
mendahulukan kewajiban daripada hak.
Salam kenal & thanks dah ngasih komen yang TOP MARKOTOP!
k@ngadesaputra
Ane sudah nih kang, buat berhenti ngerokok… Godaannya itu bikin syahwat ane terus bergelinjang pengen ngerokok..
Ane udah 2 taon ini pegang advertiser perusahaan rokok, jadi kalo ane bolak-balik ke advertise, ane selalu dibekelin oleh-oleh 2 slop rokok
Afalagi kalo lagi ngerjain froyek music, wah… ngerokok-na bisa berbungkus-bungkus…
@
“Wah, boleh dong satu slop untuk akang..”
k@ngadesaputra
maaf ini ngutip dari portal nlp indonesia, yg salah larangannya otak tdk kenal dengan kata kata negatif dilarang, jangan, tidak karena merupakan kata kata abstrak otak tdk menyimpan informasi yg bersifat abstrak karena ga ada konsep dalam memori otak kita klo orang dikasih larangan jangan merokok, dilarang merokok, jgn merokok, jgn liat gambar porno, orang mlah mencari cari, ingin mencoba, karena memang kata2 negatif ga tersimpan dimemori. jadi klo menyampaikan pesan jgn menggunakan kata negatif, jd sebaik nya dengan kalimat positip contoh, merokok ditempat umum mengangu kenyamanan orang lain, ato bisa jg, yg lebih keras misalnya barang siapa merokok ditempat ini mari kita gebuki bareng2 he he he pasti banyak yg takut. salam kenal