Kemarin sewaktu berkeliling di dalam kota saya sempat kesal dengan perilaku seorang Ibu di perempatan jalan. Dalam hujan rintik-rintik, seorang anak balita dibiarkannya tergolek lelap dibawah pohon samping lampu merah. Tidak jauh dari situ, seorang Ibu muda dengan pakaian lusuh menengadahkan tangan ke kaca-kaca mobil yang berhenti menunggu lampu menyala hijau.
Aduh Ibu, mengapa anakmu engkau sia-sia kan seperti itu? Atau apakah ini suatu kesengajaan Ibu untuk menjajakan belas kasihan orang pada dirinya? Ataukah Dia bukan anak Ibu? Mengapa Dia si kecil tak berdosa yang harus menanggung beban hidupmu, oh Ibu!!!
Hari ini, dari dalam bis antar kota… Saya melihat pemandangan yang bertolak belakang. Di daerah Cianjur, tampak olehku orang-orang yang sedang memanen padi. Dan diantaranya, ada seorang Ibu, seorang buruh tani, memanen padi sambil menggendong anaknya. Sungguh kasihan Ibu ini, dengan keringat bercucuran di pipi dan lehernya… beliau tampak tegar menyabit rumput dan memikul beban anak di gendonganya…
Oh Ibu…
(bersambung)


Wew… berbanding terbalik ya Kang… antara si Ibu di perempatan jalan dengan Ibu yang petani…
*menunggu sambungannya*
*jiayou*
emang Yani di Gresik?
Ohhh, aya bodas sareng hideung, eta berlaku teu nya kangge seorang ibu ? tapi abdi emut oge sih ka purwadaksi “sa galak-galakna harimau moal ngahakan anakna?”
lah kok nanggung, nggak tuntas…tas…tas! diantos ah sambungannana…
@
ke milarian heula lem na kanggo nyambungkeunana… hehehehe
kasih sy9 s’orang ibu itu g akn perNah tbayar dgn Apapun k..
sWaktu ibu Ad ta2 sering n9ecewain ibu,, skr9 ibu dAh g da,, drumahsepi, skr9 kLo ta2 plg kuliah g da y9 nungguin lg kya dLu..Uuuhh jd CurhaT..
oiy sbLum’y AssaLamualaikum.. Lupa iZin dLu,bOleh IkuT commEnt kHan?? ^_^