Feeds:
Tulisan
Komentar

Assalamu’alaikum… Friends… Aq Sudah kembali!

Tinggalkan kepingan2 masa lalu yang berserakan ditengah kemunafikan dan keserakahan, sbg pembelajaran dan cermin agar kedepan lebih mawas diri.

Masa depan harus lebih baik dari masa lalu…

Selamat tinggal penyesalan dan keluh kesah…

Hanya Allahlah tempat kembali dan meminta pertolongan!
BersamaNya apa lagi yang harus dirisaukan?

mengutip informasi yang sampai melalui yames siang ini :

Mengenai “Ring In Red” yg terjadi di banyak negara, KepDik WHO “Prof.Dr.Adi Mok” tlah menyatakan bahwa kejadian tersebut bukan ilmu hitam. Tapi radiasi infra merah yg sengaja dipancarkan secara berlebihan ke HP no dituju, yg memang benar dapat menyebabkan penerima tewas beberapa saat setelah mendengar telpon. Walaupun tdk dijawab, hp yg terletak dekat jg berbahaya, dapat menimbulkan penyakit perlahan seperti kanker. Sebaiknya kurangi pengaktifan/ pemakaian Hp sampai dinyatakan aman kembali oleh WHO. Ini berita terbang tentang Virus HP, penting untuk dibahas.

Dan ini pendapat akang tentang cara menanggulangi agar terhindar dari Ring In Red tsb :

  1. Hindari pemakaian HP; jual aja (lumayan u beli BBM) atau simpan untuk sementara waktu. Untuk komunikasi pake jasa e-mail atau messenger aja he3x… atau pake jasa Kantor POS!,
  2. Kalau terpaksa harus pake HP, pakailah HP jadul yang monochrome atau layarnya cuma hitam putih (lho…. yg itam putih bisa jadi merah gak ya huehehhehe),
  3. Lakukan Blocking u panggilan masuk atau SMS masuk untuk nomor2 yang tidak terdaftar (hmmm kayaknya ini yg lebih masuk akal hehehehhe).

Demikian komentar akang, terima kasih.

Sesungguhnya Azal itu adalah Rahasia Allah SWT yang memiliki diri kita.

“fa idza jaa a ajaluhum laa yastakhiruuna sa’atan wa laa yastaqdimuun…”
“maka apabila telah datang ajalnya maka tidak ada yang bisa mengakhirkan dan tidak pula ada yang bisa menyegerakannya…”

Jadi kenapa takut mati ???

Jangan Komen!

avatar_gue_iy.gif

…………
Setiap ku melihatmu
Kau terasa di hati
Kau punya sgalanya
Yang aku inginkan
Kenanganku tak henti
Sajak tentang bayangmu
Walau kutahu
Kau tak pernah anggapku ada
Ku tak bisa menggapaimu
Takkan pernah bisa
Walau sudah letih aku
Tak mungkin lepas lagi
Kau hanya mimpi bagiku
Tak untuk jadi nyata
Dan semua rasa buatmu
Harus padam dan berakhir
Kau tahu kurasa hadirmu antara ada dan tiada
Ku tak bisa menggapaimu
Takkan pernah bisa
Walau sudah letih aku
Tak mungkin lepas lagi
Kau hanya mimpi bagiku
Tak untuk jadi nyata
Dan semua rasa buatmu
Harus padam dan berakhir
Ku tak bisa menggapaimu
Takkan pernah bisa
…………..

ak@ng

Notes: Dilarang keras ngasih komentar! Awas !

Potret Ibu

Kemarin sewaktu berkeliling di dalam kota saya sempat kesal dengan perilaku seorang Ibu di perempatan jalan. Dalam hujan rintik-rintik, seorang anak balita dibiarkannya tergolek lelap dibawah pohon samping lampu merah. Tidak jauh dari situ, seorang Ibu muda dengan pakaian lusuh menengadahkan tangan ke kaca-kaca mobil yang berhenti menunggu lampu menyala hijau.

Aduh Ibu, mengapa anakmu engkau sia-sia kan seperti itu? Atau apakah ini suatu kesengajaan Ibu untuk menjajakan belas kasihan orang pada dirinya? Ataukah Dia bukan anak Ibu? Mengapa Dia si kecil tak berdosa yang harus menanggung beban hidupmu, oh Ibu!!!

Hari ini, dari dalam bis antar kota… Saya melihat pemandangan yang bertolak belakang. Di daerah Cianjur, tampak olehku orang-orang yang sedang memanen padi. Dan diantaranya, ada seorang Ibu, seorang buruh tani, memanen padi sambil menggendong anaknya. Sungguh kasihan Ibu ini, dengan keringat bercucuran di pipi dan lehernya… beliau tampak tegar menyabit rumput dan memikul beban anak di gendonganya…

Oh Ibu…

(bersambung)

Awan sedikit mendung, ketika kaki kaki kecil Yani berlari-lari gembira di atas jalanan menyeberangi kawasan lampu merah Karet.Baju merahnya yg Kebesaran melambai Lambai di tiup angin. Tangan kanannya memegang Es krim sambil sesekali mengangkatnya ke mulutnya untuk dicicipi, sementara tangan kirinya mencengkram Ikatan sabuk celana ayahnya.

Yani dan Ayahnya memasuki wilayah pemakaman umum Karet, berputar sejenak ke kanan & kemudian duduk Di atas seonggok nisan “Hj Rajawali binti Muhammad 19-10-1915 : 20- 01-1965 ”

“Nak, ini kubur nenekmu mari Kita berdo’a untuk nenekmu” Yani melihat wajah ayahnya, lalu menirukan tangan ayahnya yg mengangkat ke atas dan ikut memejamkan mata seperti ayahnya. Ia mendengarkan ayahnya berdo’a untuk Neneknya…

“Ayah, nenek waktu meninggal umur 50 tahun ya Yah.” Ayahnya mengangguk sembari tersenyum, sembari memandang pusara Ibu-nya.

“Hmm, berarti nenek sudah meninggal 42 tahun ya Yah…” Kata Yani berlagak sambil matanya menerawang dan jarinya berhitung. “Ya, nenekmu sudah di dalam kubur 42 tahun … ”

Yani memutar kepalanya, memandang sekeliling, banyak kuburan di sana . Di samping kuburan neneknya ada kuburan tua berlumut “Muhammad Zaini: 19-02-1882 : 30-01-1910″

“Hmm.. Kalau yang itu sudah meninggal 106 tahun yang lalu ya Yah”, jarinya menunjuk nisan disamping kubur neneknya. Sekali lagi ayahnya mengangguk. Tangannya terangkat mengelus kepala anak satu-satunya. “Memangnya kenapa ndhuk ?” kata sang ayah menatap teduh mata anaknya. “Hmmm, ayah khan semalam bilang, bahwa kalau kita mati, lalu di kubur dan kita banyak dosanya, kita akan disiksa dineraka” kata Yani sambil meminta persetujuan ayahnya. “Iya kan yah?”

Ayahnya tersenyum, “Lalu?”
“Iya .. Kalau nenek banyak dosanya, berarti nenek sudah disiksa 42 tahun dong yah di kubur? Kalau nenek banyak pahalanya, berarti sudah 42 tahun nenek senang dikubur …. Ya nggak yah?” mata Yani berbinar karena bisa menjelaskan kepada Ayahnya pendapatnya.

Ayahnya tersenyum, namun sekilas tampak keningnya berkerut, tampaknya cemas ….. “Iya nak, kamu pintar,” kata ayahnya pendek.

Pulang dari pemakaman, ayah Yani tampak gelisah Di atas sajadahnya, memikirkan apa yang dikatakan anaknya… 42 tahun hingga sekarang… kalau kiamat datang 100 tahun lagi…142 tahun disiksa .. atau bahagia dikubur …. Lalu Ia menunduk … Meneteskan air mata…

Kalau Ia meninggal .. Lalu banyak dosanya …lalu kiamat masih 1000 tahun lagi berarti Ia akan disiksa 1000 tahun?
Innalillaahi WA inna ilaihi rooji’un …. Air matanya semakin banyak menetes, sanggupkah ia selama itu disiksa? Iya kalau kiamat 1000 tahun ke depan, kalau 2000 tahun lagi? Kalau 3000 tahun lagi? Selama itu ia akan disiksa di kubur. Lalu setelah dikubur? Bukankah Akan lebih parah lagi?
Tahankah? padahal melihat adegan preman dipukuli massa ditelevisi kemarin ia sudah tak tahan?

Ya Allah… Ia semakin menunduk, tangannya terangkat, keatas bahunya naik turun tak teratur…. air matanya semakin membanjiri jenggotnya

Allahumma as aluka khusnul khootimah.. berulang Kali di bacanya DOA itu hingga suaranya serak … Dan ia berhenti sejenak ketika terdengar batuk Yani.

Dihampirinya Yani yang tertidur di atas dipan Bambu. Di betulkannya selimutnya. Yani terus tertidur…. tanpa tahu, betapa sang bapak sangat berterima kasih padanya karena telah menyadarkannya arti sebuah kehidupan… Dan apa yang akan datang di depannya…

“Yaa Allah, letakkanlah dunia ditanganku, jangan Kau letakkan dihatiku…”

Sebarkan e-mail ini ke saudara-saudara Kita, mudah-mudahan bermanfaat.. .

“Sebarkanlah walau hanya 1 ayat”

Sumber : http://www.motivasi.web.id/

Kasih Mesra

Artist: Hijjaz
Album: Cahya Ilahi
Song Category: Nasyid

Berkasih mesra hidupkan bahagia
Fitrah semulajadi bagidiri manusia
Itulah harta yang paling tinggi nilainya
Bersamalah kita saling menyuburkannya
Marilah kita bina
Bersama mengamalkannya
Itulah pesanan berharga
Dari Allah dan juga rasul-Nya
Tak kira masa tak kira suasana
Walaupun di rumah atau di tempat kerja
Hormat menghormati jadikanlah amalan
Bersama keluarga juga jiran tetangga

Marilah kita jaga
Elakkan persengketaan
Tiada faedah darinya
Kita rugi lagi merugikan

Tak kira bangsa darjat atau usia
Insan istimewa atau insan biasa
Warga yang tua rasa diri dihormati
Pada yang muda rasa diri disayangi

Anak-anak taatilah kedua ibu bapa mu
Patuhilah pesanan mereka
Hidup selamat dan sejahtera

Tuhan ku pasrah pada-Mu Tuhan
Ku pohon hidayah-Mu
Ya Allah Tuhan engkau yang maha pengasih,
Maha penyayang
Moga dosa – dosaku akan terampun
Ya Allah Tuhan engkau yang maha pengasih,
Maha penyayang
Moga ku sejahtera di dunia dan sesudahnya

InsyaAllah dengan keizinan-Mu Tuhan
Aku akan bersedia bila waktunya tiba
Aku sentiasa mematuhi rukun dan perintah-Mu
Ini janjiku pada-Mu Tuhan

Kasih yang Abadi

Kasih yang tak berhenti
Kasih murni abadi
Kurasakan dalam denyut jantungmu
Kudengar dalam doamu

Tuhan Penyayang turunkan berkah-Mu
Untuk ibuku seorang
Oh Tuhan Penyayang turunkan berkah-Mu
Untuk ibuku seorang

Kasih yang tak berhenti
Kasih murni abadi
Kurasakan dalam denyut jantungmu
Kudengar dalam doamu

Tuhan Penyayang turunkan berkah-Mu
Untuk ibuku seorang
Oh Tuhan Penyayang turunkan berkah-Mu
Untuk ibuku seorang

dst…. disini

Menjaga Hati

masih tertinggal bayanganmu
yang telah membekas di relung hatiku
hujan tanpa henti seolah pertanda
cinta tak di sini lagi
kau tlah berpaling

 

reff:
biarkan aku menjaga perasaan ini, ohh
menjaga segenap cinta yang telah kau beri
engkau pergi, aku takkan pergi
kau menjauh, aku takkan jauh
sebenarnya diriku masih mengharapkanmu

 

masih adakah cahaya rindumu
yang dulu selalu cerminkan hatimu
aku takkan bisa menghapus dirimu
meski ku lihat kini
kau di seberang sana

repeat reff

andai akhirnya
kau tak juga kembali
aku tetap sendiri
menjaga hati

repeat reff [3x]

sejujurnya diriku masih mengharapkanmu

Judul lagu : Menjaga Hati
Penyanyi : Yovie & Nuno
Sumber lirik : LirikLaguIndonesia.Net
sejujurnya diriku masih mengharapkanmu 1000x :sad: :roll:

Hilang kemana?

Ini bukan pengumuman loh lagian apa pentingnya info ini diposting di blog :roll: , keGe-eR-an ama t neh akang kayak ada yang mo nyari aja huehehehe… :D

Maaf…maaf kali aja ada yang nyari akang truz kesulitan, akang mo ngasih tau kalau saat ini akang bener2 lagi sibuk n mungkin gak bisa OL apalagi ngeBlog kira2 pe Rabu depan.

So, kalo ada yang E-mail, SMS or Tlp nya belom direpon mohon maklum adanya.

Thanks and c u later.

Kambing Hitam

Dialog 1 :

Dialog ini digunakan untuk menjawab pertanyaan no. 01 s.d 05 :D

x : “Kenapa surat itu bisa gak sampai?”
y: “Jadi begini pak, masalah sebenarnya adalah problem jadi kita perlu jalan keluar berupa solusi”
x: “Saya juga tahu, udah jangan berbelit-belit! Saya tanya kamu “kenapa surat itu bisa gak sampai ke tujuan yang seharusnya!”
y : “jadi anu pak… , anu nya itu yang anu anu, jadi bukan salah saya, saya sudah mengirimkannya dan kalau gak sampai berarti anu itu gak beres pak!”

Dialog 2 :

Ibu : “tolong kamu jagain adik kamu, awas kalau sampai nagis!”
Kakak : “baik bu” (dalam hatinya : “huh… diasuh sama Ibu aja yang jelas2 punya “ASI” masih bisa nangis kok, lha ini saya disuruh ngasuh tapi gak boleh nangis”)
Adik : “oe … oe …. ma ma ma”

… Pas lagi diasuh sama si kaka, si adik ini terjatuh waktu naik ke atas meja. Tentu saja si kakak kaget dan takut sekali dimarahi Ibunya. Akhirnya si kakak menyumpal mulut adiknya seraya memukul-mukul meja sambil berkata : “Ih meja nakal! dasar meja ga punya otak!”, “Udah dik jangan nangis, tuh mejanya udah kakak pukul!”

Dialog2 atau kejadian seperti diatas rasanya masih sering kita temukan dalam kehidupan sehari2. Dialognya sebenarnya simpel-simpel saja, tapi setelah iseng2 saya renungi, rasa-rasanya ada hal yang perlu diambil pelajaran.

Saat bangsa ini ingin maju, ingin bersaing, ingin menjadi lebih baik, ternyata di lingkungan kita masih ada budaya-budaya atau kebiasaan yang kurang baik seperti diatas, tepat : sejak kecil kita mungkin sudah dididik untuk selalu pinter “MENCARI KAMBING HITAM”! ughhh jadi inget lagu TAMPOMAS nya IWAN FALS :D

Dialog 1 mungkin merupakan akibat dari Dialog 2, dimana y ini mungkin pas kecilnya mengalami nasib seperti si kaka yang secara tidak disengaja dididik oleh si Ibu untuk pinter nyari kambing hitam, coba apa salahnya meja pake harus dipukul2 segala gara2 si adik jatuh, mungkin yang paling tepat seharusnya saat si Ibu meminta si kaka ngasuh adiknya Ibu ini bilang

“Tolong kamu asuh adik kamu, kalau nangis kamu kasih susu ini, atau kamu ajak main kapal-kapalan”

sehingga saat si adik ini menangis karena jatuh si kaka gak usah merasa ketakutan dimarahin Ibu dan si kaka akan bilang ke adiknya :

“tuh kan makanya jangan naik-naik meja, meja itu bukan untuk didudukin”
atau
“udah dik gak usah nagis, makanya nanti kalau mau naik hati2 ya biar gak jatuh!”

Konon, kalau di Jepang sih orang udah terbiasa menerima kritik dan mengakui kesalahannya (apabila salah) dan berusaha memperbaiki agar tidak terulang sehingga mungkin karena budaya itulah Jepang mampu bangkit dengan cepat dari keterpurukan setelah dibom atom pada Perang Dunia ke II.

Message from akang:

Apa yang kita lakukan dan kita perbuat di hadapan anak-anak boleh jadi akan membekas dan menjadi pengalaman (yang dianggap baik) untuk kemudian diaplikasikan dalam kehidupannya. Berilah anak-anak contoh dan tauladan yang baik.

Dan… terakhir, mulai sekarang STOP menyalahkan KAMBING HITAM, kasian kan kambingnya di fitnah terus lama2 bisa stress loch…. huehehehhee :D

k@ngadesaputra

« Newer Posts - Tulisan Sebelumnya »